- belajar, berbagi ilmu dan pengalaman di bidang cctv -
Wuih, baru bisa posting sekarang. Maklum laptop harus diinstal ulang, gara-gara battere nge-drop, alih-alih hibernasi malah keburu mati. Pas on,… blue screen. Korban… 1 partisi data hilang semua, termasuk data blog ini.
Baik saya lanjut lagi topik mengenai Settingan DVR ke Internet. Dan seperti biasa saya akan membahas topologi ini dari sudut pandang aplikasi cctv supaya lebih mudah dimengerti. Kali ini saya akan membahas topologi, karena pemahaman akan topologi mutlak diperlukan saat akan melakukan port forwarding (baca artikel saya tentang port di “Settingan DVR ke Internet–Penjelasan Port [Pengantar 2]”).
Apa itu topologi? Topologi adalah bagaimana cara device jaringan komputer saling terhubung satu sama lainnya. Di dalamnya termasuk modem ADSL, router, hub/switch, dan DVR.
Ada beberapa macam topologi, yaitu:
Jika ada teman2 yang mau mengetahui cara bagaimana agar Cara Cepat Update PageRank dari Google dengan cara mudah mudah dan tentunya cepat selesai semoga setelah membaca beberapa cara dan penjelasan mudah dibawah ini dapat berhasil mendapatkan pagerank google dengan mudah, Untuk tips kali ini saya mau mencoba mengajak anda semua untuk memanfaatkan kedahsyatan faktor kali dan kecepatan penyebaran ini dalam bentuk backlink.
Tadi pagi ada ada salah satu customer yang menanyakan alternatif pengganti selain DynDNS. Saya jelaskan seperti yang telah saya tulis di artikel “Mengatasi DDNS DynDNS Yang Tidak Gratis Lagi”. Rupanya beliau masih bingung dengan istilah DDNS dan DNS, karena ada pertanyaan seperti ini “Kalo DynDNS saya ubah ke change-ip, apa DNS yang settingannya di bawah IP Address harus saya ubah?”. Saya jawab saja, “Bapak tidak usah mengubah apapun di settingan IP Address tersebut cukup mengganti DDNS-nya saja”. Dari kalimat itu akhirnya saya putuskan untuk menulis artikel ini, mungkin saja ada rekan pembaca yang mempunyai problem yang sama.
Secara fungsi antara DNS dan DDNS adalah sama! Bedanya DDNS melibatkan interaksi server user dalam hal ini DVR untuk memberitahukan IP Address Publik yang berubah. Interaksi user ini berupa pengisian parameter DDNS yang terdiri atas:
Pada artikel sebelumnya saya telah menjelaskan tentang IP Address. Pada artikel kali ini masih berkutat pada pengantar Settingan DVR ke Internet, dan erat kaitannya dengan IP Address. Bagi pembaca yang belum membaca artikel sebelumnya bisa melihat di artikel terdahulu berjudul “Settingan DVR ke Internet – Konsep TCP/IP [Pengantar]”.
Bagi yang sering melakukan Settingan DVR ke Internet, terutama pada menu networking mungkin tidak asing lagi dengan parameter IP Address dan Port.Port disini jika diartikan secara harfiah adalah gerbang atau pintu masuk atau jalan keluar masuk. Dan port yang dimaksud disini tentu saja port logical bukan port secara hardware/fisik seperti port USB, port BNC, dan port/colokan lainnya. Port logical ini digunakan dilingkungan jaringan komputer lokal (LAN) ataupun internet (WAN).
Software DVR (dan software jaringan lainnya) menggunakan port logical ini sebagai jalur transfer data untuk melakukan koneksi dengan komputer lain.
Sebelum saya bahas cara-cara Settingan DVR ke Internet, terlebih dahulu saya ingin menjelaskan konsep TCP/IP dalam DVR. Saya pertegas dengan kalimat “dalam DVR” karena banyak dari teknisi ataupun technical support di bidang cctv yang backgroundnya bukan dari dunia TI (Teknologi Informasi). Jadi saya tidak akan membahas konsep TCP/IP secara mendalam, cukup yang sering saya alami saat men-setting DVR.
Apa itu TCP/IP? TCP/IP adalah singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol. Singkatnya TCP/IP ini digunakan sebagai sistem addressing pada jaringan komputer. Penerapan dilapangan disebut dengan IP Address dan bersifat unik atau tidak boleh ada 2 IP Address yang sama dalam satu jaringan. Ada 2 cara pengalamatan:
Untuk yang sedang onlen, mohon maaf atas ketidaknyamanan nya. Sebenarnya cctv-aspect dini hari ini sedang dalam maintenance mode. Sehingga para pembaca mungkin melihat beberapa transisi perubahan beberapa tampilan. Bukan tidak saya usahakan, tapi pada blogspot supaya tampil dalam mode maintenance, lumayan repot mengingat pengetahuan saya sangat minim dalam ngoprek blogger.
Tapi diharapkan dengan perubahan ini para pembaca bisa lebih betah berlama-lama di blog ini.
Keep up to read… Dan tunggu artikel saya selanjutnya…
Semoga bermanfaat….
Satu artikel lagi saya buat dalam kaitannya dengan settingan DVR supaya bisa di akses via internet. Insya Allah akan saya posting terpisah tulisannya.
Seperti yang saya ketahui DNS adalah sistem penamaan pada internet. Simpelnya DNS ini merupakan buku teleponnya internet. Jadi setiap kali kita mengetikan suatu alamat website seperti cctv-aspect.blogspot.com , maka secara otomatis browser akan mengarahkan ke alamat IP 209.85.175.132. Translasi dari cctv-aspect.blogspot.com ke IP address 209.85.175.132, ataupun sebaliknya disebut dengan resolving address.
Resolving address DNS melibatkan hostname dengan alamat publik IP statik.Maksud alamat publik IP statik adalah IP address dari mesin dengan hostname x tersebut akan selalu tetap tidak berubah-ubah.
Seperti kita ketahui IP camera menggunakan kabel UTP CAT-5 sebagai media hantarannya. Untuk lebih jelasnya tentang IP camera baca artikelnya pada postingan saya sebelumnya disini. Bagi anda yang belum sempat menyediakan infrastruktur LAN di rumah ataupun di kantor untuk IP camera, anda bisa memanfaatkan jaringan listrik 220 VAC di rumah atau kantor anda sebagai media pengganti kabel UTP CAT-5.
Pernah dengar Powerline Networking? Powerline Networking adalah jaringan komputer menggunakan jalur listrik dengan menambahkan sepasang device. Nah device ini disebut dengan powerline. Penggunaannya sangat simpel, anda cukup mencolokan (bahas keren-nya plug-in) sepasang device ke terminal 220 VAC, diikuti dengan proses pairing. Proses pairing ini cukup menekan tombol pair pada masing-masing device powerline, dan tunggu beberapa detik device tsb sudah bisa digunakan sebagai media jaringan. Salah satu contoh produk powerline adalah TL-PA210KIT dari TP-Link atau DHP-307AV dari DLink.
Berikut topologi dasar dari Powerline.
Terjawab sudah pertanyaan soal support Blackberry di DVR card Geovision. Walaupun bukan jawaban langsung, tetapi meniilk dari respon email Technical Support Geovision menandakan memang Geovision tidak terlalu berminat untuk mengembangkan software monitoring via gadget yang satu ini. Bukan tanpa alasan mereka seperti itu dilihat dari market Blackberry yang hanya ramai di Indonesia. Dibandingkan dengan iPad/iPhone dan Android, Blackberry sepertinya kalah cukup telak dari sisi kuantitas pengguna diseluruh dunia.
Berikut respon email dari Technical Support Geovision:
“Dear,
You can download the software here. http://www.geovision.com.tw/english/5_4_bbview.asp
But we only support blackberry up to version 6.
Pada DVR Geovision GV-800B, ada fasilitas install IP Cam. Maksudnya adalah kamera analog yang sudah terinstall di DVR tersebut dapat digabung dengan IP Cam, dengan catatan masih ada channel yang masih kosong. Diperlukan satu USB dongle supaya IP Cam yang berbeda merk dengan geovision dapat di integrasikan ke dalam satu system. Contoh CNB IJB-2000. USB dongle tersebut banyak macamnya, minimal tipe yang support 4 channel.
Berikut step instalasinya:
2. Pada tulisan kali ini, berikut data IP Address yang disetting di IJB -2000:
NVS adalah singkatan dari Network Video Server. Fungsinya adalah untuk mengubah dari BNC atau coaxial ke RJ-45 atau UTP CAT-5. Jadi NVS mengubah kamera analog menjadi IP camera. Kamera apa saja yang diubah? semua tipe kamera analog baik fixed maupun PTZ/speed dome. Sehingga kamera analog tersebut selain bisa digunakan pada sistem CCTV analog juga bisa diintegrasikan ke sistem CCTV network based. Istilah tekniknya IP Camera Hybrid.
Salah satu contoh NVS adalah INS2000 dari CNB. INS2000 mempunyai input video dan RS-485 serta video output untuk digunakan pada sistem analog CCTV.
Awal-awal instalasi seperti biasa sistem DVR Geovision berjalan normal. Tetapi tidak menutup kemungkinan ada error yang menimpa seiring dengan berjalnnya waktu. Salah satu yang sering terjadi adalah error green screen saat playback.
Sebenarnya tidak usah diinstal ulang seluruh software Geovision, termasuk dengan menghapus data hasil record. Untuk mengatasinya cukup dengan mengikuti langkah di bawah ini.
CCTV konvensional yang dimaksud adalah sistem dengan kamera analog yang terhubung ke DVR dengan menggunakan media kabel coaxial dan konektor BNC (Bayonet Neil Connector). Semua tarikan kabel dari kamera berujung di alat perekam.
Kamera CCTV yang digunakan bebas, apapun merk dan tipenya, tidak ada daftar kompatibilitas. Alat perekam pada sistem konvensional disini mutlak berupa hardware, contoh pada gambar di atas adalah DVR (Digital Video Recorder). Semua hasil rekaman disimpan di storage DVR berupa harddisk. Lamanya perekaman tergantung besarnya harddisk tsb.
Seperti yang saya ketahui dan tentunya anda, DynDNS sudah menghentikan layanan gratis DDNS-nya. Sebenarnya tidak sepenuhnya benar “layanan gratis” tsb dihentikan. Kita masih tetap bisa menggunakan yang free, malah dengan paket Pro, syaratnya kita mempunyai kartu kredit.
Berikut kutipan sebagian balasan email dari DynDNS:
“As a third option, we do offer Pro-trials, where you can try out Pro for 30 days at no cost to you. If you choose to cancel within the 30 days, then as a thanks for trying it, you get to keep a host name for free. http://dyn.com/dns/dyndns-pro-free-trial/”
Kurang lebih penjelasannya adalah bahwa DynDNS menawarkan untuk mencoba layanan paket Pro tanpa dipungut biaya selama 30 hari. Jika dalam 30 hari dibatalkan, maka sebagai tanda terima kasih hostname yang sudah dibuat akan diberikan atau dapat digunakan secara cuma-cuma.
Tidak dipungkiri kalau lensa merupakan ujung tombak dari sistem CCTV. Tanpa lensa sistem ini tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Tetapi tidak sedikit proses pemilihan lensa yang tidak optimal. Ujung-ujungnya tujuan customer memasang cctv sedikit atau bahkan banyak terabaikan.
Salah satu tujuan dipasangnya cctv di rumah ataupun di kantor adalah untuk melihat aktivitas orang-orang yang terlibat didalamnya. Tetapi tahukah anda, pemasangan cctv selain untuk melihat juga bisa dioptimalkan untuk mengenali bahkan mengidentifikasi seseorang?
Menurut salah satu website yang pernah saya kunjungi, standar penggunaan/pengawasan dalam cctv ada 4 level, yaitu:
Maaf post ini saya buat untuk meng-claim blog saya di technorati. Soale saya heran ko SEO nya suseh amet ga gampang kaya wordpress, CMIIW.
Berikut token saya:
8QT9GX54DGJP
Dulu, awal saya mengetest IP Camera Megapixel (1.3 M Pixel, 1280x960) saya pikir lensa yang digunakan tidak akan terlalu ngaruh ke output videonya. Tidak ada tools khusus untuk membedakan hasil output antara lensa standar dengan lensa hi-res, hanya tools “mata” saja. Dan menurut saya memang tidak terlalu signifikan hasilnya (itu menurut observasi mata saya). Ternyata eh ternyata setelah saya coba gugling lagi, ternyata perkiraan saya meleset jauh. Ada 2 alasan praktikal:
Selain alasan filusuf diatas, ada alasan tekniknya. Pada lensa ada parameter MFT atau Modulation Transfer Function dengan satuan LP/MM atau line pairs per milimeter. MFT ini mendefinisikan banyaknya pasangan jumlah garis hitam putih yang masih dapat dilihat secara fokus per milimeter. Karena pada titik tertentu 2 garis hitam tersebut akan terlihat sebagai 1 garis hitam yang buram, maka pada titik itu lensa sudah mencapai titik maksimalnya. Yang jadi pertanyaan garis seperti apa yang dimaksud? Lihat gambar di bawah. Garis yang dimaksud adalah garis vertikal pendek-pendek yang berbentuk pattern.