087708518555 - Tukang cctv Bandung, Spesialis perbaikan CCTV Analog, HD Coax, & IP Cam. Terima pemasangan baru & migrasi

09 March 2012

Settingan Modem ADSL Speedy untuk DVR

March 09, 2012 Posted by Mohamad Rizal Fahlevi 5 comments

topologi modem ADSL
ADSL adalah singkatan dari Asymmetric Digital Subscriber Line. Singkatnya salah satu teknologi koneksi internet dimana bandwidth download (downstream) dan upload (upstream) tidak simetris atau tidak sama. Downstream akan selalu lebih besar dibandingkan upstream.

Bandwidth download digunakan untuk “mengambil” data dari internet. Surfing atau membuka website termasuk download. Bandwidth upload digunakan jika kita akan “mengirim” gambar ke internet. Salah satu contoh upload adalah saat kita mengganti picture profile di facebook.


Pertanyaan yang timbul adalah DVR menggunakan jalur yang mana? Download atau upload? Sayangnya karena DVR berfungsi sebagai server (penyedia) video, maka DVR menggunakan bandwidth upload.

Ada beberapa hal yang harus disiapkan sebelum mengkonfigur modem ADSL:

  1. Password modem ADSL. User dan password bawaan pabrik biasanya admin/admin. Kebanyakan customer tidak mengetahui user account ini.
  2. Info user account speedy. User name speedy berupa angka seperti 131161100888@telkom.net dan password terdiri atas 10 digit alpa numerik. User account ini diberikan oleh telkom speedy saat registrasi dan diperlukan saat password modem ADSL tidak diketahui.
  3. Info VPI/VCI. Nilai VPI dan VCI berbeda-beda setiap daerah. Untuk Jakarta nilai VPI/VCI  biasanya 8/35, atau 0/35, atau 1/33. Untuk Sumatra, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, Kalimantan, Sulawesi 8/81, atau 0/35. Kota Bandung yang saya tahu 8/81.

Ada 2 cara setting modem ADSL, yaitu:

  1. Bridge atau dial-up.
  2. PPPoE (PPP over Ethernet).

Sebenarnya keduanya dapat digunakan pada settingan internet DVR. Tetapi yang paling sering digunakan adalah PPPoE. Pada settingan PPPoE internet diatur sedemikian rupa supaya selalu “on” kecuali jika modem ADSL-nya dimatikan. Pada mode BRIDGE, internet baru terhubung jika sudah di ”dial”. Nah dialer biasanya dilakukan oleh PC/laptop. Pada mode BRIDGE koneksi internet digunakan secara ekslusif oleh “dialer”. Maksudnya jika yang nge-“dial” PC maka otomatis internet tidak bisa di sharing ke yang lain. Nah lalu gimana jika dialer adalah DVR? Apa bisa? Bisa! Pada menu networking DVR ganti dari static/DHCP ke PPPOE. Jujur saja, sampai tulisan ini diturunkan, saya belum pernah mencobanya mode ini pada DVR karena kebanyakan customer membagi koneksi internetnya dengan PC lain.


Berikut settingan modem ADSL dengan PPPoE pada modem ADSL Articonet. Untuk modem dengan brand lain kurang lebih sama, hanya berbeda dipeletakan menu.

  1. Buka browser apa saja, ketikan ip address modem ADSL. Biasanya IP address-nya http://192.168.1.1.
  2. Coba lihat terlebih dulu status WAN-nya.
    3-9-2012 10-07-05 PM
  3. Klik menu “Quick Setup”. Akan tampil form isian VPI dan VCI, isi sesuai dengan daerah, misal untuk kota Bandung biasa diisi dengan VPI=8 dan VCI=80. Yang lain biarkan default. Klik next.
    WAN menu ADSL
  4. Pada pilihan connection type pilih PPPoE dengan encapsulation mode LLC/SNAP-BRIDGING. Klik Next.
    PPPOE menu
  5. Nah pada step ini kita harus memasukan user account speedy yang sudah kita dapat dari telkom speedy. Lihat gambar untuk lebih jelasnya. Yang lain biarkan default. Klik Next.
    user account speedy
  6. Step berikut, samakan dengan gambar di bawah. Klik Next.
    IGMP disabled
  7. Step berikutnya adalah konfiguarsi IP address modem ADSL dan DHCP. Untuk IP address modem biarkan default, dan untuk range DHCP diubah saja dari 192.168.1.2 ke 192.168.1.3 karena digunakan untuk IP Address DVR. Klik next.
    DHCP DVR
  8. Step terakhir akan ada dialog box settigan yang tela kita lakukan. Jika tidak ada perubahan klik tombol Save/Reboot. Tunggu beberapa saat.
    last menu
  9. Selesai.

Beberapa hal yang harus diperhatikan jika internet belum nyambung adalah:

  1. Check kembali user account dan terutama password speedy, kemungkinan ada kesalahan ketik.
  2. Jika yakin pengisian user account benar. Coba telpon 147, biasanya koneksi internet baru belum diaktifkan oleh speedy walaupun mereka ngomong sudah. Pengalaman di kantor sampai nunggu 2 minggu untuk aktif.

Sekian artikel kali ini.

Semoga bermanfaat…

5 comments:

  1. Artikelnya bagus namun sayang untuk setting dvr pakai mode bridge harus admin nyoba dulu..
    Mslhnya klo mode ppoe kayanya banyak orang yg sdh tahu...goodnews (oprekalarm)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertimbangan kalo menggunakan mode bridge adalah, koneksi internet hanya akan tersedia untuk DVR. Jadi tidak akan bisa di sharing dengan yang lain. Berdasarkan pengalaman saya, rata-rata user menggunakan koneksi internet tidak hanya untuk DVR tetapi juga untuk keperluan lain.

      Karena alasan itu sampai saat ini saya belum pernah mencoba dengan mode bridge, kecuali ada alasan lain yang mengharuskan penggunaan dialer PPPOE di DVR, nanti deh saya sharing artikelnya.

      Delete
  2. mantap gan...

    ReplyDelete
  3. bang rzl, apa ada cara khusus mengetahui nilai vci/vpi? misal kita sedang berada di luar daerah diluar yang disebut di atas? apa harus tanya juga ke 147? thx jawabannya, ditunggu artikel barunya bang...salam.

    ReplyDelete
  4. Ga ada Mas Bayu. Nilai VCI/VPI itu sebenarnya disesuaikan dengan "mesin" speedy yang digunakan pada divre tertentu telkom. Ada yang menggunakan Huawei, ZTE, dsb. Nah nilai VCI/VPI itu tergantung dari situ. Artinya kita harus menanyakan langsung ke 147, tapi saya lebih memilih menanyakan ke telkom via websitenya. Kalo ke 147 ribetnya minta ampun, padahal kita nanya dikit.

    ReplyDelete

Maaf jika ada pertanyaan yang tidak saya jawab, dikarenakan kesibukan penulis yang tidak memungkinkan untuk selalu online. Dan mohon maaf untuk iklan dengan terpaksa saya hapus.