Rekaman Motion Detection vs Sensor Detection

Ada 3 mode record/perekaman pada DVR. Continuous, Motion Detection, dan Sensor Detection. Pada mode Continuous, DVR akan merekam secara terus menerus. Mode Motion Detection dan Sensor Detection disebut juga dengan Event mode. Artinya DVR akan merekam saat ada event (kejadian). Pada motion, event yang dimaksud adalah pergerakan objek pada gambar. Sedangkan pada sensor detection, event yang dimaksud adalah adanya pelanggaran yang mengakibatkan sensor aktif.

Event mode salah satu tujuannya adalah untuk menghemat ruang hard disk. Jadi DVR hanya akan merekam saat ada pergerakan. Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Berikut uraiannya.

Apa Itu Effective Pixel Pada CCD?

Pernahkah anda membaca atau memperhatikan spek Total Pixels ataupun Effective Pixels Numbers dari suatu kamera, seperti gambar di bawah ini?

 

spek pixel ccd

 

Tidak semua merk mencantumkan spek diatas terutama kamera tidak ber-merk (OEM alias merk yang dibuat sendiri).

Apakah Anda Tahu Maksimum TVL DVR?

Sebenarnya tidak ada korelasi langsung antara TVL dengan resolusi DVR. Sesuai dengan singkatan TVL yaitu Television Lines, parameter ini lebih ditujukan untuk tampilan live view pada display monitor bukan hasil rekaman.

 

Kualitas rekaman kamera ber-TVL tinggi sangat bergantung pada settingan resolusi DVR. Kamera ber-TVL tinggi dengan resolusi DVR yang di set pada resolusi CIF akan menghasilkan gambar rekaman yang buruk, karena maksimal TVL pada resolusi CIF adalah 270 TVL. Setinggi apapun TVL kamera, jika DVR diset pada resolusi CIF makan akan menjadi mubazir alias sia-sia. Lalu dari mana nilai 270 TVL didapat? Berikut formulanya:

 

rumus TVL to resolusi DVR

 

Dari formula tersebut didapat TVL maksimum pada resolusi CIF = 270 TVL, dan pada resolusi D1 = 540 TVL. Baca disini untuk penjelasan resolusi dvr. Berdasarkan formula tersebut jangan heran hasil rekaman pada settingan CIF akan sangat berbeda (baca: jelek) dengan tampilan live view. Solusinya adalah dengan mengubah resolusi record dari CIF ke Half D1 atau D1.

 

Lalu bagaimana dengan kamera ber-TVL tinggi seperti 650 TVL dan 700 TVL? Karena maksimum TVL pada DVR standar adalah 540 TVL maka kamera tersebut hasil rekamannya akan sama dengan kamera ber-TVL 540.

 

Baik kamera dengan TVL 650 ataupun 700, keduanya menggunakana CCD 960H. Kamera dengan CCD 960H ini memerlukan DVR 960H juga. DVR 960H mempunyai kemampuan untuk merekam dengan resolusi 928 x 480 dan display live view Full HD (1920 x 1080p). Tunggu ulasan berikutnya tentang DVR 960H ini.

 

Streaming CCTV via JPEG viewer

DVR JPEG Viewer
Apa itu streaming (melihat video) CCTV via JPEG viewer?

Baik saya coba jelaskan dari awal.  JPEG viewer adalah salah satu fungsi pada DVR untuk “menangkap” gambar “diam” supaya dapat diproses lebih lanjut. Karena sudah berupa gambar maka format file yang digunakan biasanya bertipe JPEG.

Kalimat streaming biasanya merupakan kegiatan melihat video melalui jaringan. Jadi melihat DVR secara langsung di monitornya saya kira bukan proses “streaming”. Nanti kalimatnya jadi aneh: “Pa Satpam sedang streaming channel 1 di monitor utama”.

Pertanyaan yang timbul adalah, apa bagusnya hanya melihat gambar diam (JPEG viewer)?

Pada beberapa DVR fungsi JPEG viewer ini betul-betul hanya menangkap gambar diam. Tetapi pada beberapa DVR lainnya fungsi ini sudah dilengkapi dengan fitur tambahan, yaitu “auto refresh”.

Dengan auto refresh maka browser secara otomatis merefresh gambar yang ditangkap melalui software (biasanya browser). Durasi refreshnya sendiri bisa diatur mulai dari 1 detik s/d 10 detik. Jadi seolah-olah gambar diam itu bergerak yang disebabkan efek auto refresh.


Keuntungannya?

  1. “Streaming video” akan menjadi lebih ringan karena murni hanya informasi gambar JPEG saja yang diangkut.
  2. Lebih hemat pulsa bagi yang menggunakan Blackberry. Dengan fungsi ini maka pada handheld blackberry cukup menggunakan browser bawaan BB yang berjalan diatas koneksi internet BIS. Berbeda dengan software yang harus diinstall terlebih dahulu dimana harus berjalan di atas koneksi low level network yang biasanya memakan biaya lagi (harus mendaftar paket internet yang berbeda).
  3. Tidak perlu install software client di gadget, cukup menggunakan browser bawaan.
  4. Tidak perlu install ActiveX, sehingga streaming lebih aman.
  5. Tidak pula harus install Java Runtime seperti DVR Avtech, sehingga DVR dengan fitur ini menjadi DVR yang cross platform bisa dilihat di semua OS termasuk Apple Macintosh ataupun Linux.


Kekurangan?

  1. Terlalu simpel sehingga menu-menu lain tidak ada hanya ada tombol pilihan channel, resolusi, dan RUN untuk menjalankan. (Maaf gambar kamera saya masking/tutup).
    menu jpeg viewer
  2. Hanya 1 kamera yang dapat dilihat tidak bisa multiview.
    single view
  3. Murni hanya gambar yang dilihat, sehingga tidak bisa remote configuring (mengubah settingan DVR via jaringan).


Cara untuk mengetahui DVR support JPEG viewer?

  1. Tentu dari brosur ataupun manual.
  2. Bisa dilihat dari menu saat kita mengakses menggunakan browser (lihat gambar di atas).
  3. Coba akses DVR anda menggunakan browser dengan format seperti ini http://hanyacontoh.dyndns.org:nomorport/m/.

Saran saya? Gunakan fitur ini jika DVR anda memilikinya karena lebih hemat bandwidth, hemat biaya, dan lebih ringan.

Sekian semoga bermanfaat …

 

Traffic

Blog Directory & Backlink