- belajar, berbagi ilmu dan pengalaman di bidang cctv -
Apa itu streaming (melihat video) CCTV via JPEG viewer?
Baik saya coba jelaskan dari awal. JPEG viewer adalah salah satu fungsi pada DVR untuk “menangkap” gambar “diam” supaya dapat diproses lebih lanjut. Karena sudah berupa gambar maka format file yang digunakan biasanya bertipe JPEG.
Kalimat streaming biasanya merupakan kegiatan melihat video melalui jaringan. Jadi melihat DVR secara langsung di monitornya saya kira bukan proses “streaming”. Nanti kalimatnya jadi aneh: “Pa Satpam sedang streaming channel 1 di monitor utama”.
Pertanyaan yang timbul adalah, apa bagusnya hanya melihat gambar diam (JPEG viewer)?
Pada beberapa DVR fungsi JPEG viewer ini betul-betul hanya menangkap gambar diam. Tetapi pada beberapa DVR lainnya fungsi ini sudah dilengkapi dengan fitur tambahan, yaitu “auto refresh”.
Dengan auto refresh maka browser secara otomatis merefresh gambar yang ditangkap melalui software (biasanya browser). Durasi refreshnya sendiri bisa diatur mulai dari 1 detik s/d 10 detik. Jadi seolah-olah gambar diam itu bergerak yang disebabkan efek auto refresh.
Keuntungannya?
Kekurangan?
Cara untuk mengetahui DVR support JPEG viewer?
Saran saya? Gunakan fitur ini jika DVR anda memilikinya karena lebih hemat bandwidth, hemat biaya, dan lebih ringan.
Sekian semoga bermanfaat …
Cahaya merupakan energi dalam bentuk radiasi gelombang elektromagnetik. Seperti kita ketahui gelombang elektromagnetik ini mempunyai panjang gelombang. Perbedaan gelombang inilah yang menentukan warna dan tipe cahaya. Panjang gelombang yang dapat dilihat manusia kira-kira 400 nm s/d 700 nm. Kamera CCTV dapat “melihat” diluar panjang gelombang manusia, seperti Infra-Red (715 – 900 nm).
Sifat cahaya tergantung dari material/permukaan objek yang jatuh padanya apakah itu dipantulkan, disebarkan, atau diserap.
Panjang gelombang cahaya yang berbeda-beda yang jatuh pada manusia itulah yang diterjemahkan otak sebagai warna dari 400 nm (warna ungu) s/d 700 nm (warna merah). Cahaya putih merupakan gabungan dari semua panjang gelombang cahaya yang terlihat dalam waktu bersamaan.
Objek berwarna memantulkan cahaya secara selektif, dimana hanya akan memantulkan cahaya yang dapat dilihat oleh mata, sisanya diserap oleh objek tersebut. Contohnya bunga berwarna merah yang mengandung molekul pigmen yang menyerap semua cahaya putih dan hanya memantulkan cahaya gelombang warna merah. Oleh karenanya cahaya putih digunakan juga sebagai “colour corrected” supaya warna objek yang dilihat mendekati warna sebenarnya.
Panjang gelombang cahaya pada spektrum yang lebih rendah dari spektrum normal mata manusia adalah ultraviolet (UV). UV ini dapat membakar kulit, karenanya sangat tidak aman untuk CCTV. Spektrum cahaya IR (Infra Red) berada di atas spektrum normal mata manusia.
Cahaya IR tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tetapi kamera cctv monochrome dapat melihatnya. Panjang gelombang cahaya IR ada diantara 715 dan 1100 nm. Itulah sebabnya kenapa kamera dengan mode IR hanya dapat menampilkan gambar hitam putih, karena cahaya berwarna berada pada spektrum lebih rendah 400 – 700 nm.
Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat…
LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. Adapun penggunaan LPR diantaranya adalah sebagai berikut:
Perangkat pada LPR.
Berikut minimal sistem pada LPR:
Adapun perangkat tambahan pada LPR jika digunakan pada parking system:
Dan masih ada perangkat lainnya yang bisa diterapkan sesuai dengan kebutuhan.
Berikut wiring diagram tipikal sistem LPR pada sistem perparkiran: ![]()
Penjelasan.
Ada dua tipe sistem LPR, software atau hardware based. Software based contohnya adalah Milestone XProtect dan biasanya kamera yang digunakan adalah kamera IP (IP Camera). Sedangkan contoh hardware based adalah dari Geovision GV-LPR. Solusinya lebih lengkap, bahkan ada yang standalone yaitu GV-DSP LPR V3. Solusi dari Geovision menggunakan kamera analog.
Terus terang saya belum pernah memasang sistem LPR sehingga saya masih ngeblank output pada LPR software based seperti apa? Sedangkan pada hardware based sangat jelas integrasi dari setiap modul input dan outputnya. Input dan output ini diperlukan untuk integrasi dengan sistem lain (mis. sistem perparkiran) dimana output dari LPR ini bisa mengendalikan buka tutup palang pintu barrier gate.
Tidak seperti aplikasi standar cctv, kamera yang digunakan pada LPR harus memenuhi beberapa syarat:
Cara Kerja LPR.
Detail cara kerja LPR terdiri atas 6 langkah yaitu:
Sekian paparan singkat tentang LPR di atas yang saya rangkum dari berbagai sumber semoga bermanfaat…
Settingan DVR ke internet menggunakan koneksi internet 3G sebenarnya sama saja dengan settingan menggunakan koneksi internet speedy. Perbedaanya hanya pada konfigurasi koneksi provider 3G. Topologi yang pernah saya gunakan saat pengetesan adalah sbb (saya menggunakan sim card 3 dan flash telkomsel):
Hasil pengetesan:
Sedangkan berdasarkan Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi, karakteristik jaringan GPRS dan 3G adalah sebagai berikut (saya copas dari makalahnya):
Solusi:
Supaya mendapatkan sinyal 3G yang stabil maka ada beberapa upaya yang bisa dilakukan:
Kesimpulan:
Koneksi internet menggunakan 3G sangat tergantung banyak faktor, terutama faktor pengguna pada satu BTS. Hal inilah yang tidak dapat dikontrol, karena seolah-olah kita sedang menggunakan jalur data secara bersama-sama. Berbeda dengan koneksi internet via kabel, jalur data benar-benar kita gunakan secara ekslusif. Berdasarkan paparan di atas tetap koneksi internet kabel lebih unggul dibanding dengan non kabel.
Mungkin ada pengalaman pembaca yang berbeda dengan paparan diatas. Silahkan dishare di kolom komentar.
Semoga bermanfaat…