087708518555 - Tukang cctv Bandung, Spesialis perbaikan CCTV Analog, HD Coax, & IP Cam. Terima pemasangan baru & migrasi

14 December 2012

Rekaman Motion Detection vs Sensor Detection

December 14, 2012 Posted by Mohamad Rizal Fahlevi 3 comments

Ada 3 mode record/perekaman pada DVR. Continuous, Motion Detection, dan Sensor Detection. Pada mode Continuous, DVR akan merekam secara terus menerus. Mode Motion Detection dan Sensor Detection disebut juga dengan Event mode. Artinya DVR akan merekam saat ada event (kejadian). Pada motion, event yang dimaksud adalah pergerakan objek pada gambar. Sedangkan pada sensor detection, event yang dimaksud adalah adanya pelanggaran yang mengakibatkan sensor aktif.

Event mode salah satu tujuannya adalah untuk menghemat ruang hard disk. Jadi DVR hanya akan merekam saat ada pergerakan. Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Berikut uraiannya.

09 December 2012

Apa Itu Effective Pixel Pada CCD?

December 09, 2012 Posted by Mohamad Rizal Fahlevi No comments

Pernahkah anda membaca atau memperhatikan spek Total Pixels ataupun Effective Pixels Numbers dari suatu kamera, seperti gambar di bawah ini?

 

spek pixel ccd

 

Tidak semua merk mencantumkan spek diatas terutama kamera tidak ber-merk (OEM alias merk yang dibuat sendiri).

08 December 2012

Apakah Anda Tahu Maksimum TVL DVR?

December 08, 2012 Posted by Mohamad Rizal Fahlevi No comments

Sebenarnya tidak ada korelasi langsung antara TVL dengan resolusi DVR. Sesuai dengan singkatan TVL yaitu Television Lines, parameter ini lebih ditujukan untuk tampilan live view pada display monitor bukan hasil rekaman.

 

Kualitas rekaman kamera ber-TVL tinggi sangat bergantung pada settingan resolusi DVR. Kamera ber-TVL tinggi dengan resolusi DVR yang di set pada resolusi CIF akan menghasilkan gambar rekaman yang buruk, karena maksimal TVL pada resolusi CIF adalah 270 TVL. Setinggi apapun TVL kamera, jika DVR diset pada resolusi CIF makan akan menjadi mubazir alias sia-sia. Lalu dari mana nilai 270 TVL didapat? Berikut formulanya:

 

rumus TVL to resolusi DVR

 

Dari formula tersebut didapat TVL maksimum pada resolusi CIF = 270 TVL, dan pada resolusi D1 = 540 TVL. Baca disini untuk penjelasan resolusi dvr. Berdasarkan formula tersebut jangan heran hasil rekaman pada settingan CIF akan sangat berbeda (baca: jelek) dengan tampilan live view. Solusinya adalah dengan mengubah resolusi record dari CIF ke Half D1 atau D1.

 

Lalu bagaimana dengan kamera ber-TVL tinggi seperti 650 TVL dan 700 TVL? Karena maksimum TVL pada DVR standar adalah 540 TVL maka kamera tersebut hasil rekamannya akan sama dengan kamera ber-TVL 540.

 

Baik kamera dengan TVL 650 ataupun 700, keduanya menggunakana CCD 960H. Kamera dengan CCD 960H ini memerlukan DVR 960H juga. DVR 960H mempunyai kemampuan untuk merekam dengan resolusi 928 x 480 dan display live view Full HD (1920 x 1080p). Tunggu ulasan berikutnya tentang DVR 960H ini.

 

09 May 2012

Streaming CCTV via JPEG viewer

May 09, 2012 Posted by Mohamad Rizal Fahlevi 1 comment

DVR JPEG Viewer
Apa itu streaming (melihat video) CCTV via JPEG viewer?

Baik saya coba jelaskan dari awal.  JPEG viewer adalah salah satu fungsi pada DVR untuk “menangkap” gambar “diam” supaya dapat diproses lebih lanjut. Karena sudah berupa gambar maka format file yang digunakan biasanya bertipe JPEG.

Kalimat streaming biasanya merupakan kegiatan melihat video melalui jaringan. Jadi melihat DVR secara langsung di monitornya saya kira bukan proses “streaming”. Nanti kalimatnya jadi aneh: “Pa Satpam sedang streaming channel 1 di monitor utama”.

Pertanyaan yang timbul adalah, apa bagusnya hanya melihat gambar diam (JPEG viewer)?

Pada beberapa DVR fungsi JPEG viewer ini betul-betul hanya menangkap gambar diam. Tetapi pada beberapa DVR lainnya fungsi ini sudah dilengkapi dengan fitur tambahan, yaitu “auto refresh”.

Dengan auto refresh maka browser secara otomatis merefresh gambar yang ditangkap melalui software (biasanya browser). Durasi refreshnya sendiri bisa diatur mulai dari 1 detik s/d 10 detik. Jadi seolah-olah gambar diam itu bergerak yang disebabkan efek auto refresh.


Keuntungannya?

  1. “Streaming video” akan menjadi lebih ringan karena murni hanya informasi gambar JPEG saja yang diangkut.
  2. Lebih hemat pulsa bagi yang menggunakan Blackberry. Dengan fungsi ini maka pada handheld blackberry cukup menggunakan browser bawaan BB yang berjalan diatas koneksi internet BIS. Berbeda dengan software yang harus diinstall terlebih dahulu dimana harus berjalan di atas koneksi low level network yang biasanya memakan biaya lagi (harus mendaftar paket internet yang berbeda).
  3. Tidak perlu install software client di gadget, cukup menggunakan browser bawaan.
  4. Tidak perlu install ActiveX, sehingga streaming lebih aman.
  5. Tidak pula harus install Java Runtime seperti DVR Avtech, sehingga DVR dengan fitur ini menjadi DVR yang cross platform bisa dilihat di semua OS termasuk Apple Macintosh ataupun Linux.


Kekurangan?

  1. Terlalu simpel sehingga menu-menu lain tidak ada hanya ada tombol pilihan channel, resolusi, dan RUN untuk menjalankan. (Maaf gambar kamera saya masking/tutup).
    menu jpeg viewer
  2. Hanya 1 kamera yang dapat dilihat tidak bisa multiview.
    single view
  3. Murni hanya gambar yang dilihat, sehingga tidak bisa remote configuring (mengubah settingan DVR via jaringan).


Cara untuk mengetahui DVR support JPEG viewer?

  1. Tentu dari brosur ataupun manual.
  2. Bisa dilihat dari menu saat kita mengakses menggunakan browser (lihat gambar di atas).
  3. Coba akses DVR anda menggunakan browser dengan format seperti ini http://hanyacontoh.dyndns.org:nomorport/m/.

Saran saya? Gunakan fitur ini jika DVR anda memilikinya karena lebih hemat bandwidth, hemat biaya, dan lebih ringan.

Sekian semoga bermanfaat …

26 April 2012

Penyebab Hitam Putih Kamera CCTV Pada Mode IR/Day Night

April 26, 2012 Posted by Mohamad Rizal Fahlevi 4 comments

Cahaya merupakan energi dalam bentuk radiasi gelombang elektromagnetik. Seperti kita ketahui gelombang elektromagnetik ini mempunyai panjang gelombang. Perbedaan gelombang inilah yang menentukan warna dan tipe cahaya. Panjang gelombang yang dapat dilihat manusia kira-kira 400 nm s/d 700 nm. Kamera CCTV dapat “melihat” diluar panjang gelombang manusia, seperti Infra-Red (715 – 900 nm).
spektrum warna

Sifat cahaya tergantung dari material/permukaan objek yang jatuh padanya apakah itu dipantulkan, disebarkan, atau diserap.

Panjang gelombang cahaya yang berbeda-beda yang jatuh pada manusia itulah yang diterjemahkan otak sebagai warna dari 400 nm (warna ungu) s/d 700 nm (warna merah). Cahaya putih merupakan gabungan dari semua panjang gelombang cahaya yang terlihat dalam waktu bersamaan.


Objek berwarna memantulkan cahaya secara selektif, dimana hanya akan memantulkan cahaya yang dapat dilihat oleh mata, sisanya diserap oleh objek tersebut. Contohnya bunga berwarna merah yang mengandung molekul pigmen yang menyerap semua cahaya putih dan  hanya memantulkan cahaya gelombang warna merah. Oleh karenanya cahaya putih digunakan juga sebagai “colour corrected” supaya warna objek yang dilihat mendekati warna sebenarnya.

Panjang gelombang cahaya pada spektrum yang lebih rendah dari spektrum normal mata manusia adalah ultraviolet (UV). UV ini dapat membakar kulit, karenanya sangat tidak aman untuk CCTV. Spektrum cahaya IR (Infra Red) berada di atas spektrum normal mata manusia.

Cahaya IR tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tetapi kamera cctv monochrome dapat melihatnya. Panjang gelombang cahaya IR ada diantara 715 dan 1100 nm. Itulah sebabnya kenapa kamera dengan mode IR hanya dapat menampilkan gambar hitam putih, karena cahaya berwarna berada pada spektrum lebih rendah 400 – 700 nm.

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat…

22 April 2012

Apa Itu LPR (License Plate Recognition)? [Teori]

April 22, 2012 Posted by Mohamad Rizal Fahlevi No comments

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. Adapun penggunaan LPR diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Identifikasi plat nomor kendaraan secara otomatis oleh Polisi. Diluar negeri aplikasi ini sudah hal yang umum.
  • Sistem parkir otomatis dimana pintu garasi/gerbang dapat terbuka secara otomatis hanya dengan mengenali plat nomor penghuni.
  • Otomatisasi sistem Parkir pertokoan. Dengan LPR sistem dapat mencatat plat nomor mobil yang masuk secara otomatis.
  • Access Control komplek perumahan atau apartment yang memungkinkan hanya kendaraan penghuni yang dapat masuk komplek.

Perangkat pada LPR.

Berikut minimal sistem pada LPR:

  1. PC dengan software LPR atau LPR hardware based.
  2. Kamera dengan spek khusus misal kamera dengan fitur eclipse atau kamera yang memang didesain khusus untuk LPR.

Adapun perangkat tambahan pada LPR jika digunakan pada parking system:

  1. Loop detector.
  2. Barrier Gate/Palang pintu.

Dan masih ada perangkat lainnya yang bisa diterapkan sesuai dengan kebutuhan.

Berikut wiring diagram tipikal sistem LPR pada sistem perparkiran:
wiring diagram tipikal pada sistem LPR

Penjelasan.

Ada dua tipe sistem LPR, software atau hardware based. Software based contohnya adalah Milestone XProtect dan biasanya kamera yang digunakan adalah kamera IP (IP Camera). Sedangkan contoh hardware based adalah dari Geovision GV-LPR. Solusinya lebih lengkap, bahkan ada yang standalone yaitu GV-DSP LPR V3. Solusi dari Geovision menggunakan kamera analog.

Terus terang saya belum pernah memasang sistem LPR sehingga saya masih ngeblank output pada LPR software based seperti apa? Sedangkan pada hardware based sangat jelas integrasi dari setiap modul input dan outputnya. Input dan output ini diperlukan untuk integrasi dengan sistem lain (mis. sistem perparkiran) dimana output dari LPR ini bisa mengendalikan buka tutup palang pintu barrier gate.

Tidak seperti aplikasi standar cctv, kamera yang digunakan pada LPR harus memenuhi beberapa syarat:

  1. Kamera tidak boleh ada fitur AGC (Automatic Gain) atau fitur yang dapat meningkatkan tampilan gambar kalaupun ada harus dimatikan. Sistem LPR mensyaratkan gambar yang digunakan benar-benar mentah (tidak ada enhancement).
  2. Kamera harus mampu menahan flood light. Apa itu flood light. Salah satu contoh flood light adalah cahaya langsung dari lampu sorot mobil. Kamera aplikasi standar cctv yang mempunyai fitur eclipse dapat digunakan. Fitur ini akan menekan cahaya lampu mobil menjadi gambar hitam (lihat gambar di bawah).
    eclispe featured camera
  3. Kamera harus dapat “melihat” plat nomor saat kondisi gelap.
  4. Kamera harus memiliki shutter speed yang mumpuni. Kamera dengan shutter speed rendah akan menghasilkan gambar buram pada objek yang bergerak.
    camera shutter speed


Cara Kerja LPR.

Detail cara kerja LPR terdiri atas 6 langkah yaitu:

  1. Lokalisasi Plat Nomor Kendaraan. Karena suatu image bukan hanya gambar plat nomor yang tertangkap maka pada step ini, software akan mencari dan menentukan aspek pada gambar yang merupakan plat nomor kendaraan.
    lokalisasi gambar plat nomor
  2. Orientasi dan Penghitungan Ukuran Plat Nomor. Software secara akurat mengkoreksi dan menghitung ulang ukuran gambar plat nomor.
    orientasi perhitungan plat nomor
  3. Normalisasi. Software akan mengatur kontras dan brightness dari gambar plat nomor.
    normalisasi
  4. Segmentasi Karakter. Pada step ini software akan memilah dan memecah gambar alphanumerik pada plat nomor menjadi gambar terpisah setiap huruf atau angkanya.
    segmentasi karakter
  5. OCR (Optical Character Recognition). Software LPR pada step ini berfungsi seperti scanner, dimana akan mengubah gambar menjadi teks.
    OCR
  6. Analisis Sintaks/Geometri. Langkah software untuk menentukan susunan teks apakah memenuhi kriteria penomoran plat nomor atau tidak.
    analisis sintaks geometri



Sekian paparan singkat tentang LPR di atas yang saya rangkum dari berbagai sumber semoga bermanfaat…


05 April 2012

Settingan DVR ke Internet via 3G, layak kah?

April 05, 2012 Posted by Mohamad Rizal Fahlevi 6 comments

Settingan DVR ke internet menggunakan koneksi internet 3G sebenarnya sama saja dengan settingan menggunakan koneksi internet speedy. Perbedaanya hanya pada konfigurasi koneksi provider 3G. Topologi yang pernah saya gunakan saat pengetesan adalah sbb (saya menggunakan sim card 3 dan flash telkomsel):

topologi 3G router


Hasil pengetesan:

  1. Pada DIR-412 terlihat DNS yang digunakan selalu berubah-ubah antara primary dan secondary. Otomatis isian DNS pada DVR harus mengikuti DNS. Kesulitan terjadi saat DNS primary berubah. Hal ini bisa diatasi dengan mengatur tipe IP Address pada DHCP, sedangkan di router diatur supaya IP Address DVR sudah di-reserved (istilahnya dibooking) walaupun router restart/mati, istilah ini disebut juga dengan DHCP reserved setiap router biasanya ada fitur ini.
  2. Provider sangat membatasi port yang akan kita gunakan. Kadangkala hari ini kita berhasil membukanya besok bisa ditutup, terutama provider 3. Hal ini mungkin untuk mencegah user membuat server (ya kaya video server ini). Berbeda dengan telkomsel flash rata-rata port yang kita buka selalu sukses, tapi juga kadang ada kalanya diblok (tidak stabil).


Sedangkan berdasarkan Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi, karakteristik jaringan GPRS dan 3G adalah sebagai berikut (saya copas dari makalahnya):

  1. Koneksi  GPRS  sangat  dipengaruhi  oleh penggunaan  komunikasi  suara  yang  dilakukan pada  suatu  BTS.  Komunikasi  data  (gprs) dilakukan  dengan  kanal  yang  sama  dengan komunikasi  suara  (telfon)  akibatnya  akan  terjadi tumpang tindih. 
    Komunikasi  suara  mendapatkan  prioritas  utama dalam  sebuah  koneksi  data.  Jadi  jika  komunikasi suara  sudah  mencapai  ambang  batas  maksimum BTS maka akses internet yang sed ang berlangsung akan  diputus  atau  tidak  mendapat  pasokan.
  2. Mengembang dan menciutnya jangkauan BTS Node-B karena naik/turunnya jumlah pemakai dalam suatu BTS yang dikenal sebagai  Cell Breathing.
  3. Apabila  jumlah  pemakai  meningkat  sampai melebihi  kapasitas  BTS,  maka  jangkauan  sinyal  3G dari BTS secara otomatis akan menyusut. Akibatnya
    akan  terjadi  blank  spot  di  tempat  yang  sebelumnya terjangkau oleh sinyal 3G tetapi letaknya paling jauh dari BTS. 
    Apabila  jumlah  pemakai  menurun  lagi  menjadi sesuai dengan kapasitas BTS, maka jangkauan sinyal 3G  dari  BTS  secara  otomatis  akan  kembali mengembang  dan  kembali  menjangkau  wilayah yang lebih luas.


Solusi: 
Supaya  mendapatkan  sinyal  3G  yang  stabil  maka ada beberapa upaya yang bisa dilakukan: 

  1. Lakukan akses internet  dengan berada selalu dekat BTS.
  2. Gunakan  antena  penguat  atau  booster  sinyal supaya “terlihat” dekat oleh BTS. 


Kesimpulan:
Koneksi internet menggunakan 3G sangat tergantung banyak faktor, terutama faktor pengguna pada satu BTS. Hal inilah yang tidak dapat dikontrol, karena seolah-olah kita sedang menggunakan jalur data secara bersama-sama. Berbeda dengan koneksi internet via kabel, jalur data benar-benar kita gunakan secara ekslusif. Berdasarkan paparan di atas tetap koneksi internet kabel lebih unggul dibanding dengan non kabel.

Mungkin ada pengalaman pembaca yang berbeda dengan paparan diatas. Silahkan dishare di kolom komentar.

Semoga bermanfaat…