-->

Kamera HDcctv vs IP Camera

HDcctv CNBSeperti kita ketahui kamera cctv yang ada sekarang ini rata-rata sudah memiliki resolusi di atas 400 TVL, ada yang 420 TVL, 500 TVL, 600 TVL, dan yang lainnya. Kamera tersebut direkam menggunakan DVR. CCTV analog merupakan kombinasi dari kamera-DVR tersebut. Settingan maksimal dari cctv analog mungkin mentok di resolusi TVL kamera untuk live view, dan jangan lupa untuk hasil record mentok di resolusi D1 (720x480 NTSC dan 720x576 PAL).

IP Camera di klaim sebagai pengganti cctv analog. Menurut beberapa sumber, kelebihan IP Camera adalah:

  1. Resolusi yang sangat tinggi yang tidak dimiliki oleh cctv analog.
  2. Hasil record yang bisa disimpan di penyimpanan lokal IP Camera bukan di PC atau DVR.
  3. Kemudahan skalabilitas (mudah dikembangkan menjadi sistem yang lebih besar).

Tapi tahukah anda, berdasarkan pengalaman saya mencoba IP Camera ada satu hal yang sangat mengganggu bagi saya dan tentunya anda para pembaca. Berikut hal yang mengganggu tersebut.

Adanya latency up to 2 detik pada live view.

Bagi saya yang dalam kesehariannya menggunakan cctv analog, sudah terbiasa dengan live view yang “sangat” real time. Saat ada pergerakan hampir tidak ada delay. Apa yang kita lihat maka itu juga yang terjadi saat itu.

Berbeda dengan IP Camera, delay yang terlihat saat ada pergerakan sangat kentara. Latency yang ada disebabkan oleh beberapa hal:

  1. Proses kompresi yang dilakukan di IP Camera itu sendiri. Sehingga pada kamera ada 2 proses, yaitu proses imaging yang dilanjutkan dengan proses kompresi.
  2. Faktor jaringan komputer seperti bandwidth, bitrate, bahkan colision pada trafic network.


Pada Fixed IP Camera, latency tersebut mungkin bisa kita abaikan. Tetapi saat IP Camera berjenis PTZ yang digunakan, maka latency tersebut akan sangat terasa sekali.

Pengaturan yang ribet.
Kamera cctv analog tidak diperlukan pengaturan khusus. Biasanya teknisi cukup plug n’ play, pasang, power up, dan pointing. Berbeda dengan IP Camera. Diperlukan alat tambahan seperti PC untuk mengatur IP Address pada masing-masing IP Camera. Belum settingan bit rate, resolusi yang dikehendaki, dan masih banyak parameter lainnya. Mau tidak mau teknisi dituntut untuk melek IT.

Harga yang mahal.
Pada cctv analog cukup pasang kamera, hubungkan ke DVR, output videonya hubungkan ke monitor, power up, atur sedikit, beres, kita bisa langsung melihat hasilnya. Tidak dengan IP Camera. Selain harga per unit yang masih mahal dibandingkan dengan cctv analog, kita masih harus membeli software untuk menampilkan gambar dari IP Camera. Katakanlah 4 IP Camera bisa dipasangkan gratis ke software, nah biasanya untuk IP Camera ke-5 harus membeli lisensi terpisah.

DVR HDcctv

Nah, lalu apa itu HDcctv? HDcctv saya sebut dengan evolusi dari cctv analog. HD singkatan dari High Definition. HDcctv adalah standar baru kamera analog cctv dengan resolusi di atas resolusi cctv analog. HDcctv menggunakan transmisi SDI (Serial Digital Interface). SDI ini merupakan standar industri untuk mentransmisikan video resolusi 720P (1280 x 720) dan/atau 1080P (1280 x 1080). Berikut kelebihan HDcctv yang saya rangkum dari beberapa sumber:

  1. Surveillance Grade. Kamera HDcctv tidak mengubah sinyal video analog ke data paket seperti IP Camera.
  2. Plug-and-Play Peningkatan Resolusi. Tidak diperlukan skill khusus untuk mengganti kamera analog ke kamera HDcctv, karena sama saja dengan kamera sebelumnya yang berbeda hanya di sisi resolusi.
  3. Live View HDTV “ASLI”. Kamera HDcctv tidak ada proses kompresi didalamnya.
  4. Real Time Speed Dome Control. Sistem HDcctv tidak menggunakan kompresi sehingga tidak ada delay seperti pada IP Camera.

Terakhir, kamera HDcctv tetap memerlukan DVR yang “HD juga”. Akan mubazir jika kamera HDcctv anda pasangkan ke DVR “standar”. Saya sebut standar karena maksimal resolusi record-nya hanya D1. Akan ada penurunan resolusi karena video output HDcctv akan dikompress oleh DVR. Tulisan di atas hanya opini saya saja yang dirangkum dari berbagai sumber. Jika pembaca berbeda pendapat dengan saya, silahkan di share di kolom komentar.

Sekian artikel kali ini.

Semoga bermanfaat…

LihatTutupKomentar