- belajar, berbagi ilmu dan pengalaman di bidang cctv -
Sebelumnya saya telah menjelaskann bagaimana caranya untuk melihat DVR melalui Chrome. Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan melihat DVR menggunakan browser IE.
Sebenarnya cara ini sama saja dengan cara sebelumnya, yaitu memasang add-on IE Emulator. Cuma yang saya rasakan, emulator di Firefox lebih ringan dibanding Chrome. Oiya, sebenarnya add-on ini menjalankan engine browser Internet Explorer, jadi apa yang bisa dilakukan oleh IE yang “asli”, IE pada Firefox ini juga bisa melakukannya, tak terkecuali menjalankan ActiveX untuk DVR.
Okay langsung saja.Jalankan Firefox (saya menggunakan versi 8.0.1), klik menu Firefox ---> Add-ons. Pada kotak isian “Search all add-ons” ketikan Internet Explorer. Cari IE Tab 2 (lihat gambar di bawah), kemudian klik tombol Install, dan setelah proses instalasi selesai klik Restart.
Kali ini saya akan membagikan salah satu tip untuk melihat DVR menggunakan browser Google Chrome.
Seperti kita ketahui, kebanyakan DVR menggunakan ActiveX supaya dapat dibuka menggunakan browser. ActiveX ini hanya ada di browser Internet Explorer. Otomatis mau tidak mau kita tetap harus “menyimpan” dan menggunakan browser IE yang notabene sudah banyak ditinggalkan, saat melihat DVR.
Bagi pengguna browser Google Chrome anda dapat streaming DVR anda tanpa harus membuka Internet Explorer. Caranya adalah dengan menambahkan salah satu extension emulator Internet Extension pada Chrome anda. Ikuti stepnya di bawah ini:
Salah satu spek kamera adalah resolusi dengan satuan TVL atau Teve Lines, seperti terlihat pada gambar di bawah.
Resolusi ini menentukan tingkat detail gambar yang dapat ditangkap oleh kamera. Semakin tinggi nilai ini maka semakin banyak informasi warna yang dapat ditangkap oleh kamera. Seperti kita ketahui, output kamera dihubungkan ke DVR.
DVR tidak menggunakan parameter TVL tetapi menggunakan pixel. Ada beberapa resolusi pada DVR, yaitu D1, Half-D1, dan CIF. Tidak ada korelasi langsung antara TVL dengan pixel. Semua DVR menggunakan resolusi D1 saat live view. Dan biasanya menggunakan resolusi yang berbeda saat recording. Resolusi saat recording kebanyakan diset pada resolusi terendah yaitu CIF.
Bermula dari pertanyaan seseorang yang menanyakan spek kamera cctv. Katanya ada requirement spek cctv yang harus Sony CCD, nah kamera *** ini apakah Sony punya atau bukan ? Karena yang tertera IT-CCD.
Saya coba gugling seharian, dan yang saya temukan semuanya penjelasan sangat teknis sekali. Intinya saya juga ga ngerti…he..he.. Tapi saya coba untuk menjelaskan sebisanya.
Tidak banyak Space Calculator Offline yang bisa saya temukan di internet. Kebanyakan versi online, walau ada beberapa yang bisa kita save as sebagai web page complete. Tapi saat menggunakannya serasa kurang afdol.
Selain itu penggunaanya kurang simpel, saya pernah menemukan software berbayar dan salah satu input datanya adalah % aktivitas pada suatu area yang akan kita rekam, Weleh…! Nah pada postingan kali ini saya akan memberikan free Space Calculator. Insya Alloh lebih mudah dari yang ada dan filenya hanya sebesar 160 KB. Walaupun kompresi yang bisa dipilih cuma MJPEG dan MPEG tapi bisa diterapkan juga untuk DVR yang H.264 (pilih MPEG4).
Ada yang menyebut frame rate per second (fps) dan ada juga ips (image per secod). Ke-duanya sama saja, satu hal yang pasti keduanya mendefinisikan banyaknya gambar perdetik yang tampil pada monitor.
Loh ko gambar? Begini penjelasannya, pada dasarnya suatu film (baik film hollywood ataupun film cctv) merupakan rangkaian dari beberapa gambar yang ditampilkan pada satu waktu, lebih spesifiknya pada satu detik. Susunan gambar tersebut seolah-olah merupakan gambar bergerak. Semakin banyak gambar dalam satu detik maka pergerakan objek akan semakin halus atau sama dengan aslinya (realtime).
Minimum 25 gambar/frame per detik yang harus dipenuhi supaya pergerakan objek terlihat real time (halus). Semakin sedikit frame per detik nya maka pergerakan objek akan semakin patah-patah.
Salah satu fungsi DVR yang sering digunakan pada DVR selain merekam dan memutar ulang adalah mem-backup. Backup itu sendiri bisa diartikan sebagai proses untuk menyimpan sebagian durasi record dari HD internal ke media eksternal, bisa usb stick (flashdisk), ataupun hard disk external.
Saya sebutkan “sebagian durasi record”.Hanya “sebagian”, bukan seluruh/semua isi hard disk atau semua data rekaman kita backup ke media eksternal. Itupun (backup) dilakukan kalau ada kejadian luar biasa, misal ada pencurian, perampokan, dll.
Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan, tatkala backup seluruh hard disk menjadi hal yang harus dilakukan:
Banyak DVR yang tidak bisa diakses via internet setelah beberapa hari berjalan. Padahal saat pertama kali disetting, 100% konfigurasi tidak ada yang terlewat dan dvr sudah sukses bisa dilihat via gadget ataupun laptop.
Biasanya problem tersebut terjadi pada koneksi internet yang menggunakan Dynamic IP Address Public. Pada speedy salah satu contohnya adalah paket socialia.
Seperti kita ketahui DDNS digunakan untuk mengatasi IP Address Public yang selalu berubah. DDNS akan mengubah IP Address ke hostname yang mudah diingat.
Artikel kali ini saya coba untuk menjelaskan settingan blackberry di semua DVR.
Perbedaan settingan tatkala DVR akan diakses via gadget atau laptop biasanya terletak di port. Sama halnya saat DVR diakses dengan software yang berbeda.
Biasanya port yang digunakan untuk browser adalah 80, sedangkan software client diset pada port yang tidak biasa, katakanlah port 8000. Dan port default tersebut selalu bisa diubah. Kenapa saya sebut selalu, karena saya pernah menemukan DVR yang port nya diset di 80 dan tidak bisa diubah sama sekali.
Berapapun port yang digunakan yang terpenting adalah port tersebut sudah dibuka di router.